astakom.com, Liputan Khusus– Sejak Indonesia merdeka Tahun 1945, hingga kini menuju usia 81 Tahun Kemerdekaan. Sudah 8 kali Presiden Republik Indonesia berganti.
Dalam catatan redaksi kami, baru sejak dimasa Presiden RI ke-8 H. Jenderal (Purn) Prabowo Subianto pertama kali ada program yang langsung menyentu perut rakyat Indoensia secara komprehensif.
Redaksi astakom.com menyebut progaram makan bergizi gratis sebagai program yang komprehensif menyentuh perut segenap lapisan perut warga negara Indonesia.
Yup, sudah dipahami publik luas, program yang dimaksud adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap porsinya, program MBG 100% ditanggung oleh negara. Uang dari negara yang diberikan kepada mitra pengelola dapur pun sama sekali tidak dibebankan potongan pajak PPN/ PPH atau pajak pengadaan barang.
Secara komprehensif? Ya betul. Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), para penerima manfaat dari anak sekolah hingga ibu menyusui dan lansia mendapat menu asupan langsung dari dapur gizi kerjasama mitra dengan Badan Gizi Nasioanal.
Tidak begitu tampak kagetan yang mencolok di masyarakat dalam merespon program ini. Padahal program dengan target harian yang sangat masif menyentuh puluhan juta orang ini baru kali pertama di lakukan sejak NKRI merdeka 81 Tahun lalu. Keren. Selamat buat kesuksesan porgam MBG-nya ya kamu, iya kamu.. Pak Prabaowo!
Dilevel produksi, pada setiap dapur gizi tidak hanya berisi puluhan tukang masak, tukang racik dan tukang potong daging- sayur. Tapi juga di supervisi ahli gizi. Keberadaan ahli gizi secara reguler membersamai aktifitas produksi di dapur. Diharapkan, sosok ahli gizi yang ditemptkan pada setiap dapur itu memperkuat (menjaga) kualitas sortir menu yang akan disajikan.
Tentu itupun masih ada kakurangan. Namun kembali pada fakta yang tak terhindarkan. Program ‘perbaikan gizi’ ala Pemerintahan Presiden Prabowo ini benar- benar langsung menyentuh masuk kedalam perut rakyat!
Survei Publik 2026: 72% bilang program MBG positif
Makan bergizi gratis (MBG), yang merupakan salah satu program strategis nasional Presiden Prabowo akhirnya menyentuh hati publik. Terasa wajar sih. Visi Progrgam berbagi makanan bergizi gratis ‘ala Pemerintahan Prabowo ini pun lantas mendapat respon publik.
Penerimaan positif publik atas program tersebut tergambar lewat validasi survei Indikator baru-baru ini. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan persetujuan (penerimaan) publik agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan kepada seluruh penerima manfaat se-Indonesia.
Rilis survei nasional menyangkut program kesra Presiden Prabowo ini bertajuk Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden, Kepercayaan terhadap Lembaga Negara, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dirilis hari kemarin (08/02/2026).
Meski tingkat penerimaan terhadap MBG meningkat, hasil survei juga menunjukan tetap masih ada saja yang skeptis pada program tersebut. Ada sebagian kecil masyarakat berpandangan konstruktif (bukan kritik negatif).
Ragam presepsi positif publik atas MBG
Kelompok yang berpandangan konstruktif tersebut menyampaikan agar MBG sebaiknya diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan di wilayah miskin dan terpencil. Namun dukungan publik terhadap distribusi MBG untuk seluruh anak Indonesia mengalami peningkatan di Tahun 2026 ini.
“Sebelumnya, (di Tahun 2025) ada 47 persen yang mengatakan sebaiknya program ini diberikan kepada seluruh anak Indonesia. Sekarang (persepsinya) naik jadi 60 persen,” ungkap Burhanuddin Muhtadi, Peneliti Utama Indikator.
Baca juga: Capai 60,2 Juta Penerima, MBG Setara Beri Makan Penduduk Afrika Selatan Tiap Hari!
72% masyarakat apresiasi positif program MBG
Hasil survei kali ini menunjukan 60,6 persen responden cukup puas. Dan 12,2 persen menyatakan sangat puas. Sehingga jika diakumulasi, tingkat kepuasan secara umum sebanyak 72,8% persen masyarakat mengaprisasi program MBG.
Progres: 62 juta jiwa jadi penerima manfaat MBG
Disalin dari pemberitaan astakom.com sebelumnya, Program MBG kini telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dengan target final 82 juta jiwa pada akhir 2026. Secara operasional, telah berdiri 22.275 Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) yang tidak hanya berfungsi sebagai dapur, tetapi juga sebagai pusat logistik lokal yang menyerap bahan pangan dari petani dan peternak di sekitarnya.

Pada uraian lain dari temuan survei MBG yang mengulas MBG di Tahun 2026 ini, terdapat 19,8 persen responden yang menjawab MBG sebaiknya diberikan ke anak-anak yang membutuhkan saja di daerah-daerah terpencil dan miskin.
“Jadi semakin mereka menerima MBG, itu semakin mereka ingin seluruh anak di Indonesia mendapatkan manfaat yang sama. Jadi mayoritas yang menginginkan program MBG dinikmati oleh seluruh anak, artinya universal coverage”. Lanjut Burhanudi menjelaskan.
Baca juga: Keren! Hasil Efisiensi Anggaran Rapat dll, Dialihkan ke Program MBG
Klaster ekonomi baru hingga ‘harapan’ perederan uang merata ke daerah
Presiden Prabowo pada pelaksanaan program MBG juga menekankan dampak multiplier effect dari program MBG yang telah menciptakan 1 juta lapangan kerja baru. Dengan rata-rata 50 tenaga kerja per dapur yang digaji harian. Kehadiran MBG pun dirasa mampu merubah sikap skeptis ‘elit’ desa yang di era Presiden Prabowo ini anggaranya kena’ efisiensi.
Kehadiran oprasional dapur MBG di zona terkeci Kecamatan- Desa justru berhasil menekan angka pengangguran di tingkat desa dan memastikan perputaran uang tetap berada di komunitas lokal melalui rantai pasok pangan yang mandiri.
Belum lama ini, dihadapan seluruh kepala daerah Indonesia yang hadir pada kegiatan Rakornas Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program prioritas pemerintah bukan sekadar memberikan bantuan sosial secara lansgung saja.
Presiden Prabowo seolah hendak mengeksplore wawasan para kepala daerah untuk membuat program yang terintegrasi antara pendekatan sosial-kesra yang diselaraskan dengan pemerataan kesajahteraan dan ekosistem ekonomi nasional.
Baca juga: Hampir Setahun Konsumsi MBG, Posyandu: Gizi Bumil-Busui dan Balita di Sumba NTT Membaik
Sehingga diharapkan, “(Program-program tersebut) bisa menjadi mesin penggerak ekonomi baru” papar Presiden Prabowo dikutip astakom.com dari siaran pers BPMI pada Rabu (04/02/2026).
Pada giat Rakornas tersebut, Presiden Prabowo mencontohkan dalam paparanya bagaimana (konsep) integrasi kebijakan sanggup memperkuat fondasi ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Presiden menekankan dampak multiplier effect dari program ini yang telah menciptakan 1 juta lapangan kerja baru. Dengan rata-rata 50 tenaga kerja per dapur yang digaji harian, MBG berhasil menekan angka pengangguran di tingkat desa dan memastikan perputaran uang tetap berada di komunitas lokal melalui rantai pasok pangan yang mandiri. (aSP)



