EDISI LIPUTAN 1 TAHUN PRESIDEN PRABOWO
astakom.com, Liputan Khusus- Bulan Oktober 2025 ini, tepat memasuki 1 Tahun masa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama kabinet Merah Putih. 20 Oktober 2024 lalu, digedung DPR/ MPR RI, dibawah sumpah Hakim Agung dan disaksikan jutaan rakyat Indoensia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto mengucap ikrar pengangkatanya sebagai Presiden RI ke-8.
Hari itu, semua angan. Semua cita-cita dan ambisi Prabowo Subianto membangun arena Indonesia menjadi negara maju, membawa kemeratan kesejahteraan rakyat Indonesia dari Aceh hingga Papua dimulai.
Sah menjadi Presiden RI ke-8, Presiden Prabowo memegang kehendak penuh dalam menjalankan setiap misinya. Tak ada kehendak lain yang bisa menghalang-halangi tekad mantan Danjen Kopassus ini untuk berlari kencang membangun NKRI, bahkan membangun Papua.
***
Bagaimana Presiden Prabowo Membangun Papua ?
Selama 1 Tahun berjalan kepemimpinan Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih, ada banyak capaian yang sudah tampak terwujud; Dapur Gizi, Sekolah Rakyat, Sekolah unggulan Garuda, Pengahapusan Kredit KUR yang puluhan tahun menjerat petani dan nelayan, hingga terlihat gaspol dalam penegakan hukum pelaku Korupsi. Terbaru, puluhan Triliun uang pengembalian dari pelaku korupsi masuk kas negara.
Lantas bagaimana dengan pembangunan di Papua? apa yang membedakan visi pembangunan Prabowo dengan Presiden- presiden sebelumnya untuk daerah penghasil Emas murni terbesar ini?
Dengan tidak melupakan sasaran kemanfaat program pemerintah yang merata diseluruh kawasan Republik Indonesia, mari kita lihat, tatanan apa saja yang sudah dan sedang disiapkan Presiden Prabwoo dan kabinetnya untuk Papua dan warganya?
Sudan menjadi common, sejak siklus Reformasi 1998-1999, Presiden dan pemerintahan rezim silih berganti. Diantara hingar bingar program pemerintah pada setiap masanya, diantara bai-bait kalimat visi-misi Presiden setiap priodenya, selalu ada porsi untuk memperhatikan, mengkonsentrasikan pembangunan Papua.
Redaksi astakom.com mencoba menelusuri dan menemukan, era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmen nyata dalam mempercepat pembangunan di Tanah Papua. Tidak sekedar membanyun fasilitas infrastruktur umum, tapi Presiden Prabowo juga memberi konsentrasi pada peningkatan sumber daya manusia bagi warga Papua.
Melalui Satgas yang terintgrasi dengan pemerintah pusat, sejumlah program strategis di sektor infrastruktur dasar yang menyasar orang per orang dengan perbaikan tempat tinggal, ekonomi rakyat, pendidikan, hingga keamanan kini berjalan baik untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia itu.
***
Ratusan Titik Sumber Air Bersih di Seluruh Papua
Akses air bersih menjadi salah satu fokus utama pembangunan. Melalui berbagai program lintas lembaga, pemerintah telah membangun ratusan titik sumber air di berbagai kabupaten di Papua.

Program “Manunggal Air” TNI AD, misalnya, telah membangun 44 titik air bersih yang memberi manfaat bagi lebih dari 12 ribu kepala keluarga di wilayah pegunungan dan pesisir. Selain itu, Kodam XVII/Cenderawasih juga mencatat pembangunan 100 sumur bor dan fasilitas MCK di empat provinsi di Papua pada semester pertama 2025.
PDAM Jayapura sendiri mengelola 23 titik sumber air bersih di kawasan Pegunungan Cyclops dengan kapasitas hampir 1.000 liter per detik, serta tengah mengembangkan sumber air baru di Distrik Muara Tami untuk memperluas jangkauan pelayanan.
Tak hanya itu, proyek pemanfaatan air baku Danau Sentani dan Bendung Wanggar di Nabire juga tengah digenjot untuk mendukung kebutuhan air rumah tangga dan pertanian.
“Keselarasan pembangunan infrastruktur dengan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya membuat Papua semakin maju, tapi juga mensejahterakan warga Papua dari mulai aspek pendidikan, ekonomi dan kesehatan” kutip astakom dari siaran satgasus Papua (18/10/2025)
108 Dapur Gizi: Layaanan Makan Bergizi Gratis
Di sektor kesehatan dan sosial, Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan telah beroperasi 101 dapur gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Papua untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jumlah ini akan terus ditingkatkan hingga mencapai target 414 dapur gizi di seluruh kabupaten dan kota. Program ini menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan keluarga di wilayah pedalaman.
Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Kampung Papua
Dukungan ekonomi masyarakat Papua juga diperkuat melalui pembentukan Koperasi Merah Putih yang direncanakan akan di genjot melibat selurh warga di Distrik 6 Provinsi Papua.
Pemerintah menargetkan 100 koperasi baru berdiri sepanjang 2025. Hingga Juli 2025, tercatat 369 koperasi telah berbadan hukum, dan lebih dari 100 di antaranya sudah mulai beroperasi di berbagai kampung.

Program ini menyasar 999 kampung di sembilan kabupaten/kota, termasuk 39 unit Koperasi Merah Putih yang telah aktif di Kota Jayapura. Tujuannya ialah memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian desa.
Sekolah Garuda: Pendidikan Berkualitas hadir di Papua
Dalam bidang pendidikan, pemerintah juga membangun Sekolah Garuda sebagai model pendidikan unggulan.
Saat ini, SMA Averos Garuda di Sorong, Papua Barat Daya, telah beroperasi sebagai sekolah transformasi pertama di Papua. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pendirian Sekolah Garuda baru di Nabire (Papua Tengah) dan Manokwari (Papua Barat) sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan unggul di kawasan timur Indonesia.
Situasi Keamanan Terus dijaga Kondusifitasnya
Dari sisi keamanan, aparat TNI dan Polri melaporkan bahwa situasi kamtibmas di sebagian besar wilayah Papua kini aman dan kondusif.
Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyebut bahwa gangguan dari kelompok bersenjata kini semakin terbatas pada beberapa daerah pegunungan, sementara wilayah perkotaan dan pesisir relatif terkendali.
Operasi Damai Cartenz juga mencatat keberhasilan dalam menekan aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB) serta menjaga stabilitas menjelang pelaksanaan program-program pembangunan.
Infrastukrur untuk Papua yang Mandiri dan Sejahtera
elain program- pergam yang berbasi pada penguatan Sumber daya manusia Papua, era Presiden Prabowo juga tetap meneruskan beberapa pembangunan infrastruktur. Diantaranya, pembangunan kawasan akses jalan di blok Wabu Kabupaten Irian Jaya.
Meski sempat dianggap keberadaan akses infrastruktur blok Wabu hanya sekedar melayani kagiatan industri penambangan di Grasberg. Pemerintah melalui Satgas Keamanan dan Pembangan Papua menjamin keberadan blok Wabu yang fungsi utamanya sebagai pembuka akses jalur darat yang memadai, akan lebih mempermudah akselerasi pembangunan infrastruktur di Jayapura.

“Sehingga program tersebut mencerminkan upaya pemerintah mempercepat pembangunan Papua secara menyeluruh. Tidak hanya fisik, tetapi juga sosial dan ekonom” dikutip astakom.com dari siaran pers satgas papua beberpaa (18/10/2020).
Dengan terus memperkuat infrastruktur dasar, membuka lapangan kerja, serta memastikan pendidikan dan keamanan berjalan baik, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Papua yang mandiri, aman, dan sejahtera di bawah semangat Indonesia Maju.
***
Denias, dan Prajurit tanpa Nama
19 Oktober 2006, lagi- lagi bertepatan dengan bulan Oktober 1 Tahun Sang Jenderal menjadi Presiden. Sebuah film epic tentang khidupan anak kecil dan keluarganya di pedalaman Papua di rilis. Karakter anak itu bernama Denias. Di adaptasi dari kisah nyata, nama aslinya Jenias Miagoni. Ia ingin sekali bisa bersekolah seperti anak- anak komplek pekerja tambang freeport.
Denias dengan segala keterbatasanya, bayang- bayang konflik hingga musibah yang menerpa orang tuanya, ia tetap ingin sekolah. Berjumpalah Denias dengan sosok prajurit TNI yang sedang ‘meyamar’.
Prajurit itu lantas memotivasi ambisi Denias untuk bersekolah, ia mengajari Denias baca tuis. Prajurit itu juga memperkenalkan dengan ibu guru di sekolah komplek milik Freeport. Denias akhirnya bersekolah, mengenakan seragam merah putih.
Apa kabar Prajurit TNI itu sekarang?
Yang pasti, Presiden Prabwowo, ia juga latar belakang prajurit TNI. Kini waktunya Presiden Prabowo mewujudkan cita-cita prajurit tanpa nama di Film ‘Denias, Senandung diatas Awan’. Pemerataan pembangunan sumber daya manusia Papua yang sejajar dengan kualitas pembangunan SDM diseluruh Indonesia. (aRSp)
Penulis dan Editor : AR. Sutara Purba
Foto & Grafis : Jardi- Joeyhan, Satgasus Papua
Reporter : Alfian Tegar
Gen Z Takeaway
Tepat setahun yang lalu, Pak Prabowo Subianto, mantan jenderal yang sekarang jadi Presiden ke-8 RI, resmi dilantik. Dan doi langsung gaspol ngerjain misi hidupnya: bikin Indonesia maju, merata, sampai ke pelosok, terutama Papua — tanah kaya tapi sering banget disisihkan. 😢
Dulu Denias cuma pengen sekolah, sekarang mimpi itu digenggam jutaan anak Papua—dan semua berawal dari satu prajurit tanpa nama. Ini bukan lagi soal bangun gedung, tapi bangun harapan.
Nah, dari sinilah muncul vibes baru: bukan cuma bangun jalan dan jembatan, tapi juga bangun manusia Papua.
Diperbarui 16.02 WIB (22/10/2025)
Baca juga :
Ulang Tahun Presiden Prabowo dan Energi ’17 Oktober Men’ Tokoh Dunia



